PILIHAN BAHASA/LANGUAGE :

  INDONESIA    ENGLISH

 

  SELAMAT DATANG DI WEB SITE PROGRAM DOKTOR TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERKOTAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO  
 

 

 

 

   

Data Mahasiswa Program Doktoral


Persyaratan Beasiswa BPPS bagi mahasiswa berstatus Dosen PTN maupun PTS


Mahasiswa Mangkir


Beasiswa "Targeted Scholarships": Sektor Publik dan Lainnya


Beasiswa Australian Development Scholarships (ADS)


KTT Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Antara Jargon dan Realitas


Lintas Sejarah Pembinaan Lingkungan Hidup di Indonesia


Menuju Konsensus Baru: Demokrasi dan Pembangunan Manusia di Indonesia


 

Ilmu arsitektur adalah ilmu yang menyangkut bentuk fisik ruang buatan sebagai tempat (place) bagi manusia yang berhubungan dengan segala kompleksitas kebutuhan kehidupannya, baik individu maupun komunal. Bentuk ruang fisik buatan tersebut merupakan bangunan individu maupun lingkungan terbangun yang mewadahi manusia baik individu maupun komunal yang berada didalam lingkungan alam. Keberadaan ruang buatan  kehidupan manusia itu mencapai skala yang luas di dalam alam atau sektor budi daya alam yang menjamin kelangsungan kehidupan manusia. Oleh karena itu ilmu arsitektur merupakan bagian dari ilmu tempat bermukim manusia (human settlement) di dalam arti luas. Menurut Doxiadis: “Human Settlement are, by definition, settlements inhabited by man“ (dalam Ekistics, 1968). Oleh karena itu, human settlement mempunyai skala dari sebuah shelter bangunan, lingkungan terbangun hingga ketingkat makro kota dan wilayah. Doxiadis membagi human settlement dalam dua elemen besar: (1) fisik wadah (the container), yaitu ruang fisik buatan dan ruang alam, dan (2) isi (the content), yaitu manusia dan masyarakat. Kedua element besar tersebut selanjutnya dapat dijabarkan menjadi lima elemen.

Elemen pertama adalah Shell sebagai ruang terbangun yang kasat mata fisik teknologi dan estetika, dari satu bangunan, kelompok bangunan hingga skala lingkungan dan kota. Shell yang merupakan ruang privat (private space) tersebut memerlukan ruang komunikasi baik linear maupun nodal, dan inilah human settlement yang kedua yaitu: Network yang dapat berarti prasarana atau dalam arti yang luas adalah ruang public (public space). Selanjutnya elemen ketiga adalah ruang alam atau Nature, yaitu kosmos dengan total eko systemnya bersama unsur-unsur biotik dan abiotik dengan kondisi klimatologis: pencahayaan, thermal, gerakan udara, kelembaban. Adapun elemen terakhir (ke empat dan ke lima) adalah suatu sumberdaya manusia atau Human resources, baik individu maupun kolektip. Man and Society merupakan subyek dan obyek terhadap ruang terbangun yang terdiri dari Shell and Network yaitu suatu sumber daya buatan (man made resources) dan ruang alam  (sebagai Sumber Daya Alam atau natural resources).

Doxiados menekankan hak manusia di dalam ruangnya dengan menyebutkan bahwa Human Settlement adalah “Cosmos of Antrophs”.

Selengkapnya>>>

     

      | home | konsep pendidikan | program pendidikan | syarat & prosedur | seleksi calon peserta | pengumuman hasil seleksi | sfat pengajar | biaya |

Developed by PlanoStation2001

 Copyright © 2005,  Program Doktor Teknik Arsitektur dan Perkotaan (PDTAP)

Universitas Diponegoro

Jl. Imam Bardjo SH No 3 Semarang 50241 Indonesia

Tel. +62-24-8412261; +62-24-8412262 dan +62-81-325514192

Email. S3.arsville-undip@caramail.com